Sabtu, 26 September 2026
Magetan – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sebelas Maret telah berhasil menciptakan inovasi desain kemasan Kopi Ndalisodo. Kopi Ndalisodo merupakan produk kopi yang dibudidayakan dan diolah oleh Kelompok Pecinta Alam Lawu Tengah (KPALT) Desa Sukowidi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Kegiatan PKM ini terlaksana atas dukungan penuh dari LPPM UNS melalui skema kontrak Program Kemitraan Masyarakat Internasional (PKMI-UNS) tahun 2026 dengan Ketua Prof. Dr. Ir. Heru Irianto, M.M. dan beberapa anggota yang terdiri atas: Malik Cahyadin, S.E., M.Si., Ph.D., Prof. Dr. Erlyna Wida Riptanti, S.P., M.P., Nidyah Widyamurti, S.Sn., M.I.Kom., dan Dr. IF. Bambang Sulistyono, S.K., M.T. sebagai anggota peer group Pusat Studi Pendampingan Koperasi dan UMKM (PSP-KUMKM LPPM UNS).
Pemasaran Kopi Ndalisodo dilakukan dengan sistem pemasaran langsung kepada coffee shop dan konsumen. Beberapa produk yang dihasilkan adalah Green Bean (biji kopi kering), Roasted Coffee (biji kopi sangrai), dan Ground Coffee (bubuk kopi). Berbagai jenis produk dan sistem pemasaran langsung ini menjadi dasar pembuatan desain kemasan produk.
Gambar 1 mendeskripsikan desain label dan kemasan versi lama Kopi Ndalisodo sebelum dilakukan inovasi. Desain label dan kemasan ini dibuat sesuai dengan pemahaman dan kemampuan desain oleh KPALT. Sementara itu, Gambar 2 menunjukkan desain logo Kopi Ndalisodo versi lama dan baru. Berdasarkan kedua gambar tersebut dapat dijabarkan, bahwa desain yang telah dibuat sebelumnya tidak cukup menarik bagi konsumen dan kurang membentuk citra positif Kopi Ndalisodo, sehingga proses perluasan pasar relatif sulit atau lambat dilakukan.
Gambar 1. Desain Label dan Kemasan Lama Kopi Ndalisodo (Sebelum Inovasi)
Gambar 2. Logo Kopi Ndalisodo Bentuk Lama (Kiri) dan Baru/Hasil Inovasi (Kanan)
Selanjutnya, Gambar 3 mengilustrasikan hasil inovasi label dan kemasan Kopi Ndalisodo. Proses pembuatan inovasi desain ini dilakukan melalui wawancara dan observasi dengan pengurus KPALT, serta mempelajari literasi data yang mendukung. Standar informasi yang tertera dalam desain label juga mempertimbangkan standar label produk nasional (SNI). Secara spesifik, jenis dan bahan kemasan yang digunakan berupa kemasan Flat Bottom Pouch with normal zipper warna hitam untuk produk 100 gr, 200 gr, 250 gr, dan 500 gr. Informasi pada stiker label adalah jenis vinyl (digital printing) untuk kemasan kopi bubuk (ground) dan kopi biji (roasted). Sedangkan kemasan biji kopi kering (green bean) ≥ 1 kg dikemas menggunakan Plastik Vacuum (manual sealled) transparan sekitar 75-85 mikron untuk menjaga kualitasnya.
Gambar 3. Desain Label dan Kemasan Baru (Inovasi) Kopi Ndalisodo
Kopi Ndalisodo masih diproduksi dalam skala home industry, sehingga jenis desain label dan kemasan yang dibuat masih relatif murah dan mudah dilakukan secara mandiri, kemasan juga mudah didapatkan dimana pun di toko maupun di marketplace, dan merupakan kemasan kopi yang sudah memenuhi standar nasional Indonesia. Begitu juga dengan informasi yang tercantum dalam label kemasan sudah mampu memberikan informasi terkait identitas merek, identitas produsen, informasi proses pengolahan, dan narasi tentang asal usul kopi sebagaimana regulasi yang berlaku di Indonesia.
Testimoni yang disampaikan oleh KPALT dapat dielaborasi ke dalam beberapa hal. Pertama, inovasi desain label dan kemasan Kopi Ndalisodo memberikan semangat baru bagi pengurus untuk menghasilkan produk kopi Magetan yang berkualitas sesuai dengan permintaan pasar nasional. Kedua, inovasi desain label dan kemasan kopi Ndalisodo mempermudah proses perluasan pemasaran baik di pasar Provinsi Jawa Timur maupun pasar nasional. Ketiga, pengurus kelompok akan berusaha untuk memajukan usaha kopi Ndalisodo dengan mengidentifikasi potensi permintaan pasar luar negeri (ekspor).
Hasil dari inovasi desain label dan kemasan kopi Ndalisodo terkait erat dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Terdapat empat SDGs yang mempunyai kaitan dengan hasil inovasi ini terdiri atas SDGs Nomor 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Nomor 4 (Pendidikan Berkualitas), Nomor 8 (Mendapatkan Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan Nomor 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).




